Selamat Hari Buku Sedunia

Hari Buku Sedunia, dikenal pula dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia dan Hari Buku Internasional, merupakan hari perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 23 April yang diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Buku_Sedunia

Gelar Pemilihan Duta Baca Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Tahun 2018

library.poltekkesjogja.ac.id – Dalam rangka meningkatkan budaya baca di kalangan mahasiswa dengan memanfaatkan pelayanan perpustakaan sekaligus mengajak mahasiswa untuk mempromosikan perpustakaan, Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menggelar Pemilihan Duta Baca Perpustakaan 2018 (03/04/2018).

Peserta mendaftar melalui perpustakaan jurusan masing-masing atau bisa datang langsung ke Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan membawa berkas persyaratan yang telah ditentukan beserta tulisan artikel ilmiah dalam bentuk print out.

Peserta dapat memilih salah satu tema tulisan yaitu :

  1. Peran mahasiswa dalam meningkatkan minat baca,
  2. Buku VS Gadget :Tantangan membaca buku di era digital,
  3. Perpustakaan sebagai sumber akses jurnal,
  4. Perpustakaan sumber informasi bebas hoax.

Semua peserta yang mendaftar wajib mengikuti proses seleksi yang telah dijadwalkan oleh panitia. Pada tahun ini ada 21 mahasiswa dari jurusan yang ada di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang mendaftar dalam pemilihan duta baca.

Tahapan yang harus dilalui para peserta adalah tes tertulis, tes presentasi, tes public speaking yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 Maret 2018 pukul 09.00 – 16.00 WIB di Perpustakaan Terpadu.

Puncak Pemilihan Duta Baca 2018 digelar pada hari Selasa, 3 April 2018 pukul 09.00 – 12.00 WIB di Lobby Depan Gedung Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pada puncak acara ini dihadiri oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Pembantu Direktur 1, 2 dan 3, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, Ketua Unit, Pustakawan, di lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan para tamu undangan lainnya.

Terpilih sebagai 6 besar Duta Baca Perpustakaan 2018 adalah Riska Anggraini (DIII-Gizi), Putri Nur Cahyani (DIII-Analis Kesehatan), Bekti Nur Imani (DIV-Kesehatan Lingkungan), Alvianto Rahmad (DIV-Keperawatan Gigi), Wawuri Handayani (DIII-Keperawatan), Yuli Rismawanto (DIV-Analis Kesehatan). Keenam besar calon duta baca ini harus mengikuti final judgement di depan dewan juri yang terdiri dari Ibu Sari Hastuti, SSiT,MPH, Bp. Dr. Agus Wijanarka, S.SiT,M.Kes, Bp. Sapto Harmoko, SIP untuk mencari siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Penampilan dari Padukakustic dan Padukadancer menjadi selingan hiburan sambil menunggu para juri bersidang. Setelah selesai bersidang tibalah saat yang ditunggu yaitu pengumuman pemenang. Wawuri Handayani, mahasiswa DIII-Keperawatan terpilih sebagai Duta Baca Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2018. Hasil lengkapnya sebagai berikut :

Juara 1                       :  Wawuri Handayani (DIII-Keperawatan)

Juara 2                       :  Putri Nur Cahyani (DIII-Analis Kesehatan)

Juara 3                       :  Alvianto Rahmad (DIV-Keperawatan Gigi)

Juara Harapan 1    :  Yuli Rismawanto (DIV-Analis Kesehatan)

Juara Harapan 2    :  Riska Anggraini (DIII-Gizi)

Juara Harapan 3   :  Bekti Nur Imani (DIV-Kesehatan Lingkungan)

Para pemenang mendapatkan trophy, bantuan beasiswa, dan hadiah sponsor.

Duta Baca terpilih dalam 1 tahun ke depan akan bertugas sebagai motivator peningkatan minat baca civitas akademik Poltekkes Kemenkes Yogyakarta; menjadi pengungkit atau memperkuat kegiatan di perpustakaan; mempromosikan perpustakaan kepada civitas akademik dan masyarakat luas melalui media cetak, brosur atau leaflet; mengkampanyekan gerakan pembudayaan gemar membaca dan gemar ke perpustakaan secara berkelanjutan terhadap civitas akademik; mengajarkan cara akses layanan dan fasilitas yang dimiliki perpustakaan; memperkenalkan perpustakaan kepada mahasiswa baru; dan mengikuti kegiatan perpustakaan dalam menggiatkan literasi.

Duta baca tak serta merta menjadi tumpuan dalam gerakan budaya baca, tetapi diri kita sendirilah yang harus mempunyai kesadaran dan niat dalam kemajuan minat baca. Kesadaran diri terhadap minat baca harus dipupuk dari diri sendiri jadikanlah budaya baca sebagai landasan untuk kemajuan bersama. Seperti salam dari para duta baca terpilih yang berkumandang hari ini, “          Duta Baca Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Bukan Perpustakaan Biasa, Salam Literasi”. (Rini)

Kunjungan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Kesehatan Lingkungan di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

library.poltekkesjogja.ac.id – Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mendapat kunjungan sebanyak 48 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Kesehatan Lingkungan pada Selasa (20/3/2018).

Ibu Ronatin Widyastuti, S.Pd (Pengelola Perpustakaan) mendampingi mahasiswa untuk melihat koleksi yang ada di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa melihat koleksi perpustakaan terutama koleksi karya tulis ilmiah.

Karya tulis ilmiah merupakan pemaparan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah yang didalamnya terdapat acuan (referensi) bagi ilmuwan untuk melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Karya ilmiah sering juga disebut “tulisan akademis” (academic writing) karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi (dosen dan mahasiswa).

(librarypoltekkesjogja)

 

 

Kunjungan Peserta Pertemuan Perpustakaan Kesehatan di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Pelajari Perkembangan Institusional Repository Lewat Kunjungan ke Perpustakaan

library.poltekkesjogja.ac.id – Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mendapat kunjungan sebanyak 120 peserta pertemuan perpustakaan kesehatan di Lingkungan Kemenkes kunjungi Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Yogyakarta pada Kamis (15/3/2018).

 

Peserta tersebut berasal dari pengelola perpustakaan Poltekkes Kemenkes, perpustakaan rumah sakit dan Perpustakaan Litbangkes seluruh Indonesia.

Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Bapak Joko Susilo, SKM, M.Kes berkenan menyambut para peserta pertemuan dengan memberikan sambutan selamat datang dan paparan tentang perkembangan pendidikan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Setelah sambutan Direktur, dilanjutkan tentang paparan profil perpustakaan oleh Pustakawan Pertama Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Sapto Harmoko menuturkan, tujuan dari kunjungan ini untuk mengetahui perkembangan institusional repository di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

“Profil Profil Perpustakaan, Serta mekanisme pemanfaatan perpustakaan bagi penggunanya, dalam hal ini pemanfaatan untuk kalangan dosen dan mahasiswa,” papar Sapto.

Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting bagi semua orang terutama kalangan dosen dan mahasiswa serta menjadi rujukan bagi penggunanya.

Melalui kunjungan tersebut diharapkan para peserta dapat mengembangkan ilmu, teknik pengelolaan perpustakaan berikutnya bagi pengelola di masing-masing utusan tamu kunjungan dan serapan ilmunya.

“Memiliki nilai manfaat ilmu dan pengetahuan bagi penggunya karena perpustakaan adalah salah satu sarana yang penting bagi semua orang dan terutama bagi kalangan dosen dan mahasiswa,” lanjut dia.

Kemudian kunjungan diakhiri dengan library tour, para tamu diajak mengunjungi Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.(librarypoltekkesjogja).

 

Ubah Paradigma, Optimalkan Repositori Bidang Kesehatan

Sesjen pada Pertemuan Perpustakaan Nasional

Yogyakarta, 13 Maret 2018

Perpustakaan Kementerian Kesehatan memiliki Katalog Induk Nasional Kesehatan (KINK) yang mencakup semua katalog dan koleksi digital dari semua perpustakaan di lingkungan Kementerian Kesehatan.

“KINK ini masih menjadi sebuah tantangan bagi kita”, tutur Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, dr. Untung Suseno Sutarjo, M. Kes, saat membuka Pertemuan Nasional Pustakawan Kemenkes RI di Yogyakarta, Selasa malam (13/3).

Pertemuan tersebut mengangkat tema “Repositori Bidang Kesehatan sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah: Sebuah Tantangan” yang dilatarbelakangi tantangan bahwa KINK Perpustakaan Kemenkes yang dirasa masih belum “kaya”.

“Padahal kita memiliki perpustakaan Poltekkes, Rumah Sakit Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, yang kaya akan hasil ilmiah dari para dosen, peneliti, dokter, dan mahasiswanya”, ungkap Untung.

Saat ini, sebagian besar hasil karya ilmiah tersebut masih berupa hardcopy, yang disimpan di perpustakaan, bahkan tidak sedikit yang masih disimpan di bagian pendidikan dan penelitian.

“Ada juga yang sudah didigitalisasi, namun hanya menjadi koleksi perpustakaan, bukan untuk dimanfaatkan oleh orang lain”, imbuhnya.

Sebenarnya, Respository tidak hanya memberikan manfaat yang besar bagi pembaca, namun juga bermanfaat bagi peneliti juga perguruan tinggi.

Bagi perguruan tinggi, repositori dapat memberikan manfaat antara lain, sebagai sarana untuk showcase (menunjukkan hasil riset unggulan) dan meningkatkan prestige.

Selain itu, repositori juga dapat menaikkan tingkat visibility suatu penelitian atau karya ilmiah karena disebarluaskan dengan mudah dan cepat melalui repositori sehingga masyarakat di dunia dapat dengan mudah mengaksesnya. Aspek visibility ini tidak lain adalah impact factor, dihitung dari jumlah orang yang mengutip  suatu  penelitian  atau karya  ilmiah yang disimpan dalam repositori tersebut. Dengan demikian, repositori juga mempunyai  potensi  yang signifikan  menyumbangkan pencapaian ranking Webometrics (Ranking Web of Universities) pada level universitas.

“Pengakuan komunitas akademisdunia terhadap riset-riset yang dihasilkan oleh mahasiswa dan peneliti kita inilah yang akan mengharumkan nama Kementerian Kesehatan. Kekhasan dan keunggulan riset juga dapat berpotensi menarik peneliti dari luar institusi untuk melakukan collaborative research“, tambahnya.

Sementara itu, bagi penulis/peneliti/dosen, repositori juga bermanfaat untuk memfasilitasi pengelolaan ragam portofolio hasil kegiatan ilmiah. Pengelolaan dan penyimpanan portofolio melalui repositori menjadi jauh lebih aman, jangka waktu yang lama, dan mudah ditemukan karena mempunyai permanen link.

Sejalan dengan Permenkes Nomor 58 Tahun 2015 pasal 5, Perpustakaan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan fungsi dalam penyebaran informasi kesehatan, koordinasi antar perpustakaan di lingkungan Kementerian Kesehatan, dan sebagai pusat repositori karya tulis, karya cetak dan karya rekam Kementerian Kesehatan.

Perubahan Paradigma

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perpustakaan Nasional, Drs. Muhammad Syarif Bando, MM, menekankan bahwa perubahan paradigma di para pustakawan mutlak dibutuhkan.

“Saat ini paradigmanya bukan deretan buku-buku yang berdebu, tetapi seberapa luas Perpustakaan mampu menjangkau dan memberikan manfaat informasi seluas-luasnya kepada masyarakat”, tuturnya.

Beliau menyoroti kondisi masyarakat sebagian besar belum memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku hidup sehat. Hal ini diperparah pula dengan kurangnya minat baca masyarakat.

“Menurut saya, sangat sulit menerapkan hidup sehat tanpa meningkatkan pengetahuan dengan membaca. Kita tidak bisa mengenali ciri atau gejala, mematuhi larangan (baca: merokok) atau malah anjuran kesehatan”, paparnya.

Karena itu,  para pustakawan didorong untuk dapat memaksimalkan dan memanfaatkan reapositori agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Tugas kita untuk menemukan mana bahan-bahan bacaan di bidang kesehatan yang layak untuk bacaan umum dan mana yang harus direspositorikan. Dengan reapositori, semua yang terkoneksi dengan internet dapat merasakan manfaat dari informasi dan data yang kita miliki”, tandasnya.

Pada kesempatan itu juga,  Sesjen Kemenkes memberikan apresiasi kepada 10 Pustakawan Berprestasi yang telah terpilih berdasarkan pedoman dan kriteria yang telah ditetapkan,  yaitu: Hariyanti (Poltekkes Semarang);  Susi Annisa Uswatun Hasanah (Perpustakaan Set. Balitbangkes);  Sapto Harmoko (Poltekkes Kemenkes DI Yogyakarta); Elsi Premiwati (Poltekkes Makassar);  Abdur Rahman (Poltekkes Denpasar);  Yosefina K.  Watu (Poltekkes Kupang); Agus Yudo Waluyo (Poltekkes Bandung);  Suyanto (Poltekkes Malang);  Nurul Hidayah (Poltekkes Gorontalo).

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (myg)

Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Murti Utami, MPH

Sumber : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/2018031/1125254/ubah-paradigma-optimalkan-repositori-bidang-kesehatan/